By

Pertemuan 14

Pertanyaan :

Sebut dan Jelaskan 9 hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan design terhadap LAN

Status : 100% Tercapai

Keterangan : Saya sudah mengerjakan dengan sangat maksimal

Bukti :

Identify Network Threats

Establish Network Access Controls

Risk Assessment

Listing Network Resources

Threats

Security Policies

The Incident-Handling Process

Secure Design through Network Access Controls

Intrusion Detection System Defined

By

Tugas Pertemuan 13

Pertanyaan :

  1. apa yang dimaksude dengan intranet security
  2. apa yang dimaksude dengan Audit Teknis dan Non Teknis
  3. sebutkan metode dan langkah dalam membuat Aturan Autentikasi dalam Pemberian Hak Akses.
  4. Susun sebuah Rencana Disaster Recovery dalam kasus Kebakaran pada Sebuah Bank yang menyebabkan
    seluruh peralatan terbakar.
  5. Apakah yang dimaksud dengan Risk Asessment ? berikan contohnya

Status : 100 % Tercapai

Keterangan : Saya sudah mengerjakan dengan sangat maksimal

Bukti :

1. Internet security digunakan untuk informasi melalui jaringan internet dalam jaringan internet secara aman

2. Audit adalah suatu upaya mengevaluasi penerapan management bencana dalam suatu organisasi apakah sudah sesuai

3. Autentikasi adalah suatu langkah untuk menentukan atau mengonfirmasi bahwa seseorang (atau sesuatu) adalah autentik atau asli. Melakukan autentikasi terhadap sebuah objek adalah melakukan konfirmasi terhadap kebenarannya. Sedangkan melakukan autentikasi terhadap seseorang biasanya adalah untuk memverifikasi identitasnya. Pada suatu sistem komputer, autentikasi biasanya terjadi pada saat login atau permintaan akses.

4. isaster Recovery Plan (DRP) yang utama adalah untuk menyediakan suatu cara yang terorganisir untuk membuat keputusan jika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi. Tujuan DRP adalah untuk mengurangi kebingungan organisasi dan meningkatkan kemampuan organisasi untuk berhubungan dengan krisis tersebut. Sesungguhnya, ketika suatu peristiwa yang mengganggu terjadi, organisasi tidak akan mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan melaksanakan suatu rencana pemulihan dengan segera. Oleh karena itu, jumlah perencanaan dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya akan menentukan kemampuan organisasi tersebut dalam mengangani suatu bencana.
DRP mempunyai banyak sasaran, dan masing-masing sasaran tersebut penting.

5. Risk Asessment sebagai kombinasi kemungkinan terjadinya kejadian yang membahayakan (harm) dan tingkat keparahan (severity) dari bahaya tersebut (ISO /EIC Guide 51). Sedangkan Manajemen Risiko (risk management) didefinisikan sebagai aplikasi sistematis terhadap kebijakan manajemen mutu, prosedur, serta penerapan sampai tugas penilaian, pengendalian, komunikasi dan peninjauan resiko. Manajemen Risiko Mutu (Quality Risk Management) diartikan sebagai proses sistematik untuk penilaian, pengendalian, komunikasi serta pengkajian risiko mutu obat selama siklus-hidup produk (product lifecycle).

By

Tugas peretmuan 12

Pertanyaan :

1. Apakah yang dimaksud dengan AdHoc dan Accespoint mode connections, dalam wireless communication?
2. Sebut dan Jelaskan karakteristik dari WEP dan WPA dan WPA2 !
3. Sebut dan Jelaskan Model dari Unauthorized Access pada wireless !
4. Sebut dan Jelaskan Metode pengamanan wireless !

Apabila ada yang kurang jelas diskusi terbuka untuk semua ke saya

Status :

100% Tercapai

Keterangan : saya sudah mengerjakan dengan sangat maksimal

Pembuktian :

1 AdHoc adalah jenis koneksi wireless LAN dimana Host terkoneksi secara langsung secara Wireless tanpa adanya AP,Jaringan Jaringan nirkabel ad hoc yang terdistribusi yang bekerja tanpa infrastruktur tetap dan setiap node jaringan bersedia untuk meneruskan paket jaringan untuk node jaringan lain

Access Point adalah jenis koneksi wireless LAN dimana Cara kerja WLAN di AP, semua komunikasi melalui sebuah station yang disebut access point. Kemudian access point tersebut meneruskan komunikasi data ke tujuan dan sangat bergantung ke AP untukrouting dan rela

2.

WEP

WEP adalah security untuk wireless yang agak lama. Jenis security ini mudah untuk dicrack atau di sadap orang luar . WEP menggunakan 64bit dan 128bit. Ada dua cara untuk memasukkan WEP key, sama ada anda setkan sendiri atau generate menggunakan passphrase. Passphrase akan generate automatic WEP key untuk anda bila anda masukkan abjad dan tekan generate. Untuk pengatahuan anda, ia hanya boleh memasukkan 0-9 dan A-F(hexadecimal). Kepanjangan key bergantung jenis securiy anda, jika 64bit, anda kene masukkan 10key, dan untuk 128key anda kena masukkan 26key. Tak boleh kurang dan lebih.

WPA-PSK

WPA-PSK adalah security yang lebih update dari WEP. WPA-PSK mempunyai decryption yang ada pada WEP. M

alah ia menambahkan security yang lebih pada wireless anda. WPA-PSK masih bisa dicrack atau disadap, tetapi mengambil masa lebih lama dari WEP. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

WPA2-PSK
WPA2-PSK adalah security terbaru untuk wireless, dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk dicrack atau disadap tetapi sangat memakan banyak waktu. Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

Oleh karena itu saya sarankan kepada anda , pakai WPA2-PSK(AES), lebih secure dan lama untuk crack. Tapi ingat! Anda perlu pastikan wireless router anda dan wifi adapter anda support WPA dan WPA2.

3. Rogue AP ini merupakan ancaman karena adanya AP liar yang dipasang oleh orang yang ingin Menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara illegal/tanpa izin, yang menyebabkan penyerang dapat menyusup di jaringan melalui AP rogue ini.

4. EAP-MD5 Challenge – Extensible Authentication Protocol adalah tipe awal metode ototentikasi dari keamanan wireless, dan biasa menggunakan perlindungan seperti password dalam berkomunikasi pada jaringan.
LEAP (Cisco) – Lightweight Extensible Authentication Protocol ini adalah produk dari Cisco, ini adalah tipe utama yang biasa digunakan WLAN berbasic CISCO Access Point. LEAP menyediakan keamanan selama pertukaran informasi oleh pengguna wireless tersebut, meng-encryptnya dengan kunci dinamik WEP.
User authentication – Mengizinkan kepada pengguna yang terdaftar saja untuk berhubung kepada jaringan, baik mengirim ataupun menerima data pada jaringan wireless ini.
Encryption – menyediakan fasilitas mengunci sebuah koneksi dengan meng-encrypt atau mengacak kunci tersebut agar tidak dapat diketahui penyusup.
Data authentication – memastikan integritas data, membuktikan keaslian sumber dan alat tujuan

By

Tugas Pertemuan 11

Pertanyaan :

1. Apakah yang dimaksud dengan routing protocols ?

2. Sebutkan Fungsi dari routing protocols !

3. Apakah yang dimaksud dengan automous system ?

4. Sebutkan dan jelaskan karakteristik dari Interior dan Exterior Routing Protocols !

5. Jelaskan cara kerja dari Routing Protocol RIP dan OSPF

Status : 100% Tercapai

Keterangan : Saya sudah mengerjakan dengan sanagt maksimal

Bukti :

1. Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju

2. Interior Routing Protocol
Exterior Routing ProtocoL

3. Autonomous system (AS) adalah Sebuah koleksi end-system routers yang di bawah kendali sebuah manajemen atau athority tunggal. Sistem ini biasanya memakai sebuah Interior Gateway Protocol (IGP).AS diperlukan bila suatu jaringan terhubung ke lebih dari satu AS yang memiliki kebijakan routing yang berbeda. Contoh yang paling sering dijumpai adalah: jaringan yang terhubung kepada dua upstream atau lebih ataupun eXchange Point, peering dengan jaringan lokal pada eXchange Point.

4. Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.

Semua routing protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk mencapai tujuan. Dan masing-masing protokol mempunyai cara dan metodenya sendiri-sendiri. Secara garis besar, routing protokol dibagi menjadi Interior Routing Protocol dan Exterior Routing Protocol.

5. RIP dan OSPF Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP. OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.

By

Tugas pertemuan 10

Pertanyaan

  1. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan DHCP !
  2. Jelaskan cara kerja DHCP dari proses – prosesnya secara detil (Discover, Offer, Request, Acknowledge)
  3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan DNS !
  4. Jelaskan cara kerja DNS dari proses-prosesnya secara detil.

Status : 100 % Tercapai

Keterangan : 100 % Tercapai

Pembuktian :

Saya sudah mengerjakan dengan sangat maksimal

Bukti :

1. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

2.

Untuk lebih jelas mengenai cara kerja DHCP, anda bisa menyimak proses-proses yang terjadi pada layanan DHCP sebagai berikut :

IP Least Request
Komputer client meminta alamat IP ke server

IP Least Offer
DHCP server yang memiliki list alamat IP memberikan penawaran kepada komputer client

IP Lease Selection
Komputer client memilih/ menyeleksi penawaran yang pertama kali diberikan DHCP, kemudian melakukan broadcast dengan mengirim pesan bahwa komputer client menyetujui penawaran tersebut

IP Lease Acknowledge
Pada tahap ini DHCP server menerima pesan tersebut dan mulai mengirim suatu paket acknowledge (DHCPACK) kepada client.

3. DNS (Domain Name System)adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database)di dalam jaringan komputer.

4. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).
Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas. Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

By

Tugas Pertemuan 9

Pertanyaan :

1. Alasan memilih Versi dari Windows Server

2. Dokumentasi Proses Instalasi mulai dari awal sampai dengan selesai (berupa Photo)

3. Kemudian berikan penjelasan mengenai Fitur-Fitur yang ada di dalam Windows Server, antara lain

  • Active Directory
  • DHCP Server
  • DNS Server

 

Seperti biasa, jgn lupa lihat tenggat waktu dan jawaban di submit di iDu dan Masukkan di Link SKUP Masing-masing

Status : 100% Tercapai

Keterangan :

Saya sudah mengerjakan dengan sangat maksimal

Penbuktian :

 

1. Alasan memilih Versi dari Windows Server ?

Beberapa manfaat utama penggunaaan windows server ini adalah sebagai OS untuk membangun infrastruktur IT ,termasuk dalam hal pembuatan website dengan basis ASP. Menurut data dari microsoft, Keunggulan windows server 2008 ini adalah windows yang paling aman, paling tangguh untuk menghadapi beban kerja dan kebutuhan aplikasi.

a. Windows Server 2008 memiliki fasilitas Windows Server Virtualization (WSv) : Teknologi virtualisasi berkinerja tinggi, dengan fasilitas keamanan dan pengelolaan yang lengkap. Windows Server 2008 Virtualization akan membantu bisnis mengurangi biaya, meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketersediaan system pada konsolidasi server produksi, server penanggulangan bencana, server uji coba dan server pengembangan, dan bila dikombinasikan dengan System Center Virtual Machine Manager, memberikan pengelolaan menyeluruh terhadap pusat data yang dinamis.

b. Peningkatan Kinerja Jaringan
Windows Server 2008 memberikan perubahan terbesar terhadap komponen jaringan sejak Windows NT 4.0. Teknologi seperti Receive Window Auto-tuning, Receive Side Scaling, dan Quality of Service (QoS) member kesempatan bagi organisasi untuk memanfaatkan secara penuh jaringan multi-Gigabit. IPsec yang terpadu dan Windows Firewall baru dengan Advanced Security memungkinkan organisasi untuk mengamankan dan mengendalikan secara penuh pergerakan data di dalam jaringan.

c. Peningkatan Keamanan dan Kepatuhan
Windows Server 2008 dibangun dari awal dengan memikirkan tingkat keamanaan tertinggi. Windows Server 2008 hanya menginstall layanan-layanan yang diperlukan untuk peranan yang akan dijalankan oleh server. Peningkatan kemampuan audit, Drive Encryption, pengaturan event dan Rights Management Services hanyalah beberapa contoh dari teknologi-teknologi yang akan membantu organisasi melaksanakan standard kepatuhan saat ini yang sangat ketat.

2. Dokumentasi Proses Instalasi mulai dari awal sampai dengan selesai
Step By step istallasi windows server 2008

1. Tampilan setup installasi

2. Pemilihan operating system

3. Pilih I accept the license terms, kemudian next

4. Plih custome advanced

5. Buat partisi harddsik, kemudian next.

6. Tunggu sampai proses installasi beres.

7. Isikan new password, kemudian next

8. Install windows server 2008 selesai.

3. A. Active Directory

Merupakan directory service yang menyimpan konfigurasi jaringan baik user, group, komputer, hardware, serta berbagai policy keamanan dalam satu database terpusat. Peranan Active Directory dalam jaringan dapat diumpamakan sebagai bukutelepon, yang menyimpan daftar alamat dalam informasi penting untuk mengenali berbagai obyek dalam jaringan.
Windows Server 2008 memiliki 5 buah fitur Active Directory dibanding dengan versi sebelumnya, dimana masing – masing mempunyai sebuah role dalam peningkatan Active Directory, yaitu Active Directory Domain Services (ADDS), Active Directory Certificate Services (ADCS), Active Directory Right Management Services (ADRMS), Active Directory Federation Services (ADFS), dan Active Directory Lightweight Directory Services (ADLDS).
Fasilitas Active Directory Domain Services berperan penting pada system operasi windows server 2008, juga dapat memberikan sebuah keamanan akses security yang dikelola secara infrastruktur yang canggih. ADDS menyediakan distribusi database yang menyimpan dan mengelola informasi tentang jaringan serta aplikasi yang digunakan. Fasilitas Active Directory User and Computer berperan untuk memberikan hak akses sumber daya jaringan kepada para pengguna, maka harus dibuat user dan grup untuk tiap – tiap pengguna.

B. DHCP Server
Adalah komputer yang memberikan alamat IP kepada Client yang meminta alamat IP, sedangkan DHCP Client adalah komputer yang menerima alamat IP dari Server.
Keunggulan DHCP ini adalah; dapat menghindari IP conflict, memudahkan dalam pemberian alamat IP apabila terdapat banyak client, dan memungkinkan server atau client menggunakan alamat IP yang tidak bisa digunakan oleh yang lain. DHCP juga memiliki kekurangan, yaitu ketika server mati maka seluruh komputer yang terhubung juga akan mati, karena pemberian IP bergantung pada server.

C. DNS (Domain Name Server)

Adalah server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya. Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com dan www.google.com. Fungsi utama dari sebuah server DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi alamat IP atau sebaliknya sehingga nama sebuah host akan lebih mudah diingat oleh pengguna. Fungsi lain dari DNS adalah memberikan informasi tentang suatu host ke seluruh internet.

By

SKUP ARSITA

Perkenalkan nama saya Arsita Kissanda Ratna puri , biasa dipanggil Arsita, Saya lahir di Boyolali, 08 Februari 1996. Saat ini saya bekerja sebagai Customer service XL AXIATA, saya adalah mahasiswi S1 Sistem Informasi , konsentrasi Komputer Akuntansi di Perguruan Tinggi Raharja. Pada semester 6 ( Enam ) ini saya mengikuti matakuliah Jaringan Komputer  yang di ajar oleh Bapak Dendy Jonas M.Kom

Dan berikut adalah assigment yang telah saya kerjakan

ASSIGMENTSTATUSDUE DATEGRADE
STUDENT AGGREMENTDONE17 FEBRUARI 2018A+
KUESIONER AKADEMIKDONE17 FEBRUARI 2018A+
CREATE SKUPDONE17 FEBRUARI 2018A+
ASSIGMENT CHAPTER 1DONE10 MARET 2018A+
ASSIGMENT CHAPTER 2DONE23 MARET 2018A+
COMMENT PERTEMUAN 3DONE23 MARET 2018A+
TUGAS PAPER PERTEMUAN 3DONE23 MARET 2018A+
COMMENT PERTEMUAN 4DONE23 MARET 2018A+
ESSAY CHAPTER 4DONE23 MARET 2018A+
COMMENT PERTEMUAN 5DONE23 MARET 2018A+
Essay Pertemuan 5Done23 April 2018A+
Tugas pertemuan 8Done15 April 2018A+

By

Essay Chapter 5

Pertanyaan :

  1. Jelaskan Apa Fungsi dari Subnetting pada Jaringan Komputer.
  2.  Lakukan perhitungan subnetting calculation terhadap IP 192.168.1.0/23
    1. Jumlah Host per subnet
    2. Jumlah Subnet
    3. Blok Subnet yang dapat digunakan
    4. Host pertama masing-masing subnet
    5. Host terakhir masing-masing subnet
    6. Broadcast Address masing-masing subnet
  3. Lakukan pembagian subnetting yang efisien terhadap topologi berikut

Tentukanlah Pembagian IP Address yang tepat untuk network berikut,

Gunakan alamat 204.15.5.0, kebutuhan minimum 14 host dan maximum

28 host

Satus :

100% Tercapai

Keterangan :

Saya sudah mengerjakan tugas tersebut dengan sangat maksimal

Bukti :

1. Fungsi dari Subnetting pada Jaringan Komputer

  1. Mempercepat pengiriman data
  2. Memudahkan pengaturan / management alamat
  3. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  4. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam suatu jaringan atau tidak
  5. Penggunaan IP address yang lebih efisien.

2. Perhitungan subnetting calculation terhadap IP 192.168.1.0/23

– Jumlah subnet = 2x, 27 = 128 subnet
– Jumlah Host per Subnet = 2y-2, 29-2 = 510 host
– Blok Subnet = 256 – 254 (nilai oktet terakhir) = 2 (0,2,4,6,8,10,12,14,16,s/d 256)
– Host pertama masing-masing subnet : 192.168.0.0
– Host terakhir masing-masing subnet : 192.168.1.255
– Broadcast Address masing-masing subnet : 192.168.1.255

3. Pembagian IP Address yang tepat untuk network berikut,

NetA: 204.15.5.0/27 host address range 1 to 30

NetB: 204.15.5.32/27 host address range 33 to 62

NetC: 204.15.5.64/27 host address range 65 to 94

NetD: 204.15.5.96/27 host address range 97 to 126

NetE: 204.15.5.128/27 host address range 129 to 158

By

Essay Chapter 4

Pertanyaan :

 

Tentukan Network ID dan Host ID pada IP address berikut serta tentukan nilai
binernya :

  • 101.244.12.12 =
  • 212.12.11.5 =
  • 125.122.111.5 =
  • 175.45.5.6=
  • 196.123.32.1=

Status : 100% Tercapai

Keterangan : Saya sudah mengerjakan dengan maksimal

Bukti :

101.244.12.12 = Network Id : 101 Host Id : 244.12.12 (Jadi IP disamping mempunyai host dengan nomer 244.12.12 pada jaringan 101) Kelas A (Biner : 01100101.11110100.00001100.00001100)

212.12.11.5 = Network Id : 212.12.11 Host Id : 5 (Jadi IP disamping mempunyai host dengan nomer 5 pada jaringan 212.12.11) Kelas C (11010100.00001100.00001011.00000101)

125.122.111.5 = Network Id : 125 Host Id : 122.111.5 (Jadi IP disamping mempunyai host dengan nomer 122.111.5 pada jaringan 125) Kelas A (01111101.01111010.01101111.00000101)

175.45.5.6 = Network Id : 175.45 Host Id : 5.6 (Jadi IP disamping mempunyai host dengan nomer 5.6 pada jaringan 175.45) Kelas B (10101111.00101101.00000101.00000110)

196.123.32.1 = Network Id : 196.123.32 Host Id : 1 (Jadi IP disamping mempunyai host dengan nomer 1 pada jaringan 196.123.32) Kelas C (11000100.01111011.00100000.00000001)

By

TUGAS PAPER PERTEMUAN 3

Pertanyaan :

  1. Berikan komentar mengenai materi pertemuan 3 pada website ilearning
  2. Tugas mandiri untuk mahasiswa untuk membuat Paper yang harus berisi ke 3 (Tiga) subject berikut
  • Masing – masing layer yang ada pada OSI Model menurut pemahaman mahasiswa beserta contohnya          dalam  dunia networking
  • Pendapat anda masing – masing mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing – masing layer pada OSI        Model
  • Perbandingan antara OSI Model dan TCP Model

Status : 100% Tercapai

Keterangan : Saya sudah mengerjakan tugas dengan sangat maksimal

Bukti :

1.Pada pertemuan ketiga ini membahas mengenai OSI 7 Layer. saya cukup paham dengan materi ini, OSI merupakan salah satu model umum yang digunakan dalam membangun sebuah jaringan. OSI memiliki 7 Layer dan memiliki fungsi masing-masing disetiap Layernya,oleh karena itu disebut OSI Layer. tujuannya dibuat lapisan-lapisan yaitu agar setiap data pada sebuah jaringan bisa melewati later tersebut dan akhirnya bisa saling terkoneksi.

 

2.

Penjelasan Masing-masing Layer
Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi masing-masing layer OSI yang telah disebutkan di atas :Physical Layer
Physical layer adalah layer OSI yang terletak di paling bawah. Physical layer bertugas mendefinisikan media transmisi jaringan ke media fisik serta membawa sinyal ke layer yang lebih tinggi.Phyical layer memberikan hal berikut :

Data encoding (bagaimana merepresentasikan binari 1, menerima dan mengelola bit)
Physical medium attachment (mengakomodasi kemungkinan dalam berkomunikasi dengan media tertentu)
Transmission technique (transmisi digital atau analog)
Physical medium transmission (mentransmisikan bits sebagai electrical atau optical signal ke media fisik)

Data Link Layer
Layer kedua dari 7 layer OSI adalah data link layer. Layer ini bertugas untuk mengaktifkan dan mengakhiri link logical di antara dua node.Selain itu Data link layer juga bertugas mengontrol frame dan memanage akses dari media tertentu, misalnya apakah suatu node memiliki hak untuk menggunakan media fisik.Network Layer
Network layer bertugas untuk melakukan kontrol terhadap pengalamatan subnet. Network layer juga yang memutuskan path mana yang harus digunakan sesuai keadaan jaringan, prioritas layanan, dan faktor-faktor lain.
Selain itu Network layer juga melakukan frame fragmentation, logical-physical address mapping, dan penghitungan penggunaan subnet.

Transport Layer
Transport layer bertugas untuk memastikan pesan yang dikirim bebas dari error. Sesuai namanya, transport layer yang mengelola ketika ada pesan yang hendak dikirim di dalam suatu jaringan.

Transport layer melakukan hal berikut :

Message segmentation (memecah pesan menjadi bagian-bagian kecil).
Message acknowledgement (memberikan pengiriman pesan yang reliable).
Message traffic control.
Session multiplexing.
Session Layer
Session layer bertugas menetapkan dan mengakhiri session (sesi) di antara dua host yang sedang berkomunikasi. Tugas Session layer :
Session establishment, maintenance, and termination.
Session support (memberikan security, logging, dsb).
Presentation Layer
Presentation layer bertuhas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan.Presentation layer bertugas untuk melakukan :
Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption).
Application Layer
Application layer berfungsi sebagai interface untuk user dan proses aplikasi untuk mengakses layanan jaringan.Fungsi yang diberikan di Application layer di antaranya :
Resource sharing and device redirection.
Remote file access.
Remote printer access.
Inter-process communication.
Network management.
Directory services.
Electronic messaging (such as mail).
Network virtual terminals
Kelebihan dan Keunggulan para Protokol

TCP/IP
Kelebihan :

Open Protokol Standar.

Independen terhadap perangkat keras komputer, sistemoperasi dan lain-lain. Ideal untuk menyatukan mesin-mesindengan perangkat keras dan lunak yang berbeda walaupun tidak terhubung internet.
Tidak tergantung pada perangkat keras jaringan tertentu. Sehingga cocok untuk berbagai macam jaringan.
Cara pengalamatan bersama, memungkinkan device TCP /IP mengidentifikasi secara unik device yang lain diseluruhjaringan walaupun ia merupakan jaringan global (dunia).
Protokol level tinggi yang di standarkan untuk konsistensi, sehingga menyediakan servis user yang luas.
Kekurangan:

Memungkinkan buffer overflow attack.

Memungkinkan terjadinya denial of service.
Model ini tidak membedakan dengan jelas antara konsep layanan, interface, dan protokol.
Model TCP/IP tidak bersifat umum dan tidak bisa menjelaskan suatu protokol selain TCP/IP itu sendiri.
Link layer yang ada dalam model TCP/IP sebenarnya bukanlah layer seperti layer dalam istilah yang normal dalam konteks protokol layer.
Model TCP/IP tidak dapat membedakan antara layer physical dengan layer data link.
Walaupun protokol TCP dan IP dirasa sangat baik dalam implementasinya, tetapi produk protokol turunan dari model ini sebenarnya bersifat ad hoc (khusus), pada umumnya produk protokol turunan tersebut adalah kreasi para mahasiswa yang dilakukannya hingga merasa bosan.
OSI
Kelebihan :

Memberikan bahasa dan referensi yang sama antar sesama professional jaringan.

Membagi tugas jaringan ke dalam layer-layer logis demi kemudahan dalam pemahaman.
Memberikan keleluasaan fitur-fitur khusus pada level-level yang berbeda.
Memudahkan dalam troubleshooting.
Mendorong standard interoperability antar jaringan dan piranti.
Memberikan modularity dalam fiturfitur jaringan (developer dapat mengubah fitur-fitur tanpa mengubah dengan cara pendekatan keseluruhan).
Kekurangan :

Layer-layer OSI adalah teoritis dan dalam penerapannay belum tentu melakukan fungsi yang sesungguhnya.

Implementasi suatu protocol tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa layer).
Hybrid
Kelebihan :

Hybrid lebih Fleksibilitas.

Menambah koneksi perangkat lainnya adalah mudah, karena node baru dan / atau periferal dapat dihubungkan ke topologi dan kata topologi dapat dihubungkan dengan topologi hybrid dengan mudah.
Kekurangan :

Pengelolaan sulit.

Biaya mahal dibanding topologi lainnya.
Instalasi dan konfigurasi topologi sulit.
Perbandingan model OSI layer dengan TCP/IP
Perbedaan dan Persamaan OSI LAYER dan TCP/IP
TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan.

Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :

OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.

TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalahProtocol Independen.3.
Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secaracuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringankomputer, tidak seperti OSI.
OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam applicationlayer.
TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.
Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :

1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
7) TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”

OSI LAYER :

Physical Layer.
Ini adalah layer yang paling sederhana yang berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
Fungsi physical layer antara lain :Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.2. Data-link layerLayer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.Fungsi data-link layer antara lain:
Untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
3. Network Layer
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware.

Fungsi network layer antara lain:
Untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

4. Transport Layer
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
Fungsi transport layer antara lain:
Untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.

5. Session Layer
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
Fungsi session layer antara lain:
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Dan juga mengendalikan dialog antar aplikasi.

6. Presentation Layer
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
Fungsi presentation layer antara lain:
Untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).

7. Aplication Layer
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.
Fungsi application layer antara lain:
Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Model TCP/IP

TCP/IP :
TCP/IP protocol suite terdiri dari 4 layers: Applikasi, Transport, Internetwork, dan network interface. Layer tersebut dapat dilihat sebagai hirarki seperti di bawah ini

1. Physical Layer
Physical layer mendefinisikan karakteristik yang dibutuhkan hardware untuk membawa sinyal data transmisi. Hal hal seperti level tegangan, nomor dan lokasi pin interface, didefinisikan pada layer ini.

2. Network Access Layer
Protokol pada layer ini menyediakan media bagi system untuk mengirimkan data ke device lain yang terhubung secara langsung. Dalam literatur yang digunakan dalam tulisan ini, Network Access Layer merupakan gabungan antara Network, Data Link dan Physical layer. Fungsi Network Access Layer dalam TCP/IP disembunyikan, dan protokol yang lebih umum dikenal (IP, TCP, UDP, dll) digunakan sebagai protokol-level yang lebih tinggi.
Fungsi dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan. IP Address ini harus diubah ke alamat apapun yang diperlukan untuk physical layer untuk mentransmisikan datagram.
3. Internet Layer
Diatas Network Access Layer adalah Internet Layer. Internet Protocol adalah jantung dari TCP/IP dan protokol paling penting pada Internet Layer (RFC 791). IP menyediakan layanan pengiriman paket dasar pada jaringan tempat TCP/IP network dibangun. Seluruh protokol, diatas dan dibawah Internet layer, menggunakan Internet Protokol untuk mengirimkan data. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, baik incoming maupun outgoing, dengan mengabaikan tujuan terakhirnya.

4. Transport Layer
Dua protokol utama pada layer ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). TCP menyediakan layanan pengiriman data handal dengan end-to-end deteksi dan koreksi kesalahan. UDP menyediakan layanan pengiriman datagram tanpa koneksi (connectionless) dan low-overhead. Kedua protokol ini mengirmkan data diantara Application Layer dan Internet Layer. Programmer untuk aplikasi dapat memilih layanan mana yang lebih dibutuhkan untuk aplikasi mereka.

5. Application Layer
Pada sisi paling atas dari arsitektur protokol TCP/IP adalah Application Layer. Layer ini termasuk seluruh proses yang menggunakan transport layer untuk mengirimkan data. Banyak sekali application protocol yang digunakan saat ini. Beberapa diantaranya adalah :
-TELNET, yaitu Network Terminal Protocol, yang menyediakan remote login dalam jaringan.
-FTP, File Transfer Protocol, digunakan untuk file transfer.
-SMTP, Simple Mail Transfer Protocol, dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.
-DNS, Domain Name Service, untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
-RIP, Routing Information Protocol, protokol routing.
-OSPF, Open Shortest Path First, protokol routing.
-NFS, Network File System, untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.
-HTTP, Hyper Text Transfer Protokol, protokol untuk web browsing.