By

Tugas pertemuan 10

 

Tugas di submit di iDu masing-masing, kemudian link tugas diberikan di SKUP Pribadi.

 

Pertanyaan

 

1. Sampaikan Comment anda mengenai Video Tersebut, mengenai Materi yang disampaikan ! (Berikan Screenshotnya sebagai jawaban)

2. Sebut dan Jelaskan Karakteristik dari RIP Routing Protocol !

3. Sebut dan Jelaskan Karakteristik dari EIGRP Routing Protocol !

4. Apakah yang menjadi perbedaan mendasar dari RIPv1 dan RIPv2

 

Status : 100%

Keterangan : sudah dikerjakan

Bukti :

1.

2. Karakteristik dari RIP:

1. Distance vector routing protocol

2. Hop count sebagi metric untuk memilih rute

3. Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable

4. Secara default routing update 30 detik sekali

5. RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update

6. RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

3. Karakteristik EIGRP

 

  • Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
  • Waktu convergence yang cepat.
  • Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan).
  • Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down).
  • Mendukung multiple protokol network
  • Desain network yang flexible.
  • Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
  • Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
  • Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
  • Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
  • Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal, yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga.
  • EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) sebagai mesin utama yang menjalankan lingkungan EIGRP, DUAL dapat diperbandingkan dengan algoritma SPF Dijkstra pada OSPF.
  • EIGRP menggunakan 4 teknologi kunci yang berkombinasi untuk membedakan EIGRP dengan protokol routing yang lainnya: neighbor discovery/recovery, reliable transport protocol (RTP), DUAL finitestate machine, dan protocol-dependent modules.

4. Routing Information Protocol Version 1 (RIPv1)

  1. RIPv1 adalah Distance-Vector Routing protocol.
  2.  RIPv1 adalah Classful routing protocol. Classful routing protocols hanya support di dalam network yang tidak menggunakan subnet. Classful routing protocols tidak mengirimkan informasi subnet mask dengan routing yang update. Dengan kata lain, jika kita punya sebuah jaringan yg menggunakan subnetting di dalam routing domain RIPv1, maka RIPv1 bakal menginformasikan ke network yg lain sebagai unsubnetted network.
  3.  RIPv1 tidak support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
  4.  RIPv1 support maksimal metric (hop count) sebanyak 15 hop. Semua router yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
  5.  RIPv1 mengirim routing updates berkala setiap 30 detik sebagai broadcast menggunakan IP address tujuan sebagai IP address broadcast limited 255.255.255.255. Dikarenakan setiap update yg dikirim menggunakan IP address tujuan dari broadcast IP limited 255.255.255.255, setiap router butuh memproses pesan routing update (mau menggunakan RIPv1 atau bukan).
  6.  RIPv1 tidak support autentikasi dari update messages (plain-text or MD5).

Routing Information Protocol Version 2 (RIPv2)

  1. RIPv2 adalah Hybrid Routing Protocol. Sebuah Hybrid Routing Protocol pada dasarnya adalah sebuah Distance-Vector protocol dimana mempunyai beberapa karakteristik dari Link State routing protocols.
  2. RIPv2 adalah classless routing, dimana yg memungkinkan kita utk menggunakan subnetted network. RIPv2 punya pilihan utk mengirim network mask di dalam proses update utk memungkinkan classless routing.
  3. RIPv2 support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
  4. RIPv2 support maksimal metric (hop count) sejumlah 15 hops. Semua router yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
  5. RIPv2 supports melakukan updates yang didasari oleh sebuah pemicu.
  6. RIPv2 routing updates dikirim sebagai Multicast traffic pada multicast address tujuan 224.0.0.9. Multicast updates mengurangi traffic pada network. Multicast routing updates juga membantu mengurangi memprosesan pesan routing updates yang berlebihan di dalam router yang tidak menggunakan RIPv2. Hanya router yang menggunakan RIPv2 yang dapat join ke dalam multicast group 224.0.0.9. Router lain yang tidak menggunakan RIPv2 hanya dapat menyaring update routing paket pada Layer 2.
  7. RIPv2 support otentikasi dari pesan update RIPv2 (plain-text or MD5). Otentikasi membantu dalam konfirmasi bahwa update yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya.

Leave a Reply