By

Tugas pertemuan 11

Pertanyaan :

Silahkan mahasiswa/i memberikan jawaban atas pertanyaan dibawah ini

 

1. Apakah yang dimaksud dengan routing protocols ?

 

2. Sebutkan Fungsi dari routing protocols !

 

3. Sebut dan Jelaskan Langkah yang terjadi dalam, cara kerja OSPF !

 

4. Sebutkan dan jelaskan karakteristik dari Interior dan Exterior Routing Protocols !

 

5. Jelaskan cara kerja dari Routing Protocol RIP dan OSPF !

Status : 100%

Keterangan : sudah dikerjakan

Bukti :

1. Routing protocol adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing yang akan membentuk sebuah tabel routing sehingga pengalamatan pada paket data yang akan dikirim menjadi lebih jelas dan routing protocol mencari rute tersingkat untuk mengirimkan paket data menuju alamat yang dituju.

2. Fungsi Routing

Pada prinsipnya, router digunakan untuk menghubungkan dan meneruskan data antara dua atau lebih jaringan satu dengan jaringan lainnya. Saat ini, router lebih dikenal sebagai alat untuk menghubungkan jaringan yang dipasang baik di rumah, kantor, warnet atau instansi lainnya untuk terhubung ke Internet. Router umumnya dapat memblokir badai siaran yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan. Router sering bingung dengan switch, tetapi kedua perangkat ini memiliki fungsi yang berbeda, pada router sebagai penghubung antara jalan jaringan dan jalur jaringan lainnya. Sementara pada switch, ia berfungsi seperti jalanan yaitu mengumpulkan jaringan-jaringan yang ada ke dalam satu jaringan dan membentuk LAN (Local Action Network).

3. Cara Kerja OSPF

 

Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSP

Setiap router membuat Link State Packet (LSP

Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area

Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing

Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP  ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.

LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek

4.

  • Interior gateway protocol (IGP) adalah protocol routing yang di desain atau dibuat untuk digunakan pada autonomous system tunggal.
  • Exterior gateway protocol (EGP) adalah protocol routing yang didesain atau dibuat untuk digunakan pada router-router anatar autonomous system yang berbeda.

5. Cara Kerja RIP

 

  • Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  • Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  • Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  • Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  • Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu.
  • Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung.

Cara kerja OSPF

 

OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan router tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi routing. Untuk membentuk sebuah hubungan dengan router tetangganya, OSPF mengandalkan Hello protocol.

 

Namun uniknya cara kerja Hello protocol pada OSPF berbeda-beda pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan informasi OSPF, masing-masing memiliki karakteristik sendiri, sehingga OSPF pun bekerja mengikuti karakteristik mereka. Media tersebut adalah sebagai berikut:

 

  • Broadcast Multiaccess

Media jenis ini adalah media yang banyak terdapat dalam jaringan lokal atau LAN seperti misalnya ethernet, FDDI, dan token ring. Dalam kondisi media seperti ini, OSPF akan mengirimkan traffic multicast dalam pencarian router-router neighbour-nya.

 

  • Point-to-Point

Teknologi Point-to-Point digunakan pada kondisi di mana hanya ada satu router lain yang terkoneksi langsung dengan sebuah perangkat router.

 

  • Point-to-Multipoint

Media jenis ini adalah media yang memiliki satu interface yang menghubungkannya dengan banyak tujuan. Pada jaringan jenis ini, traffic OSPF juga dikirimkan menggunakan alamat IP multicast.

 

  • Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)

Media berjenis Nonbroadcast multi-access ini secara fisik merupakan sebuah serial line biasa yang sering ditemui pada media jenis Point-to-Point. Namun secara faktanya, media ini dapat menyediakan koneksi ke banyak tujuan, tidak hanya ke satu titik saja.

By

Tugas pertemuan 10

 

Tugas di submit di iDu masing-masing, kemudian link tugas diberikan di SKUP Pribadi.

 

Pertanyaan

 

1. Sampaikan Comment anda mengenai Video Tersebut, mengenai Materi yang disampaikan ! (Berikan Screenshotnya sebagai jawaban)

2. Sebut dan Jelaskan Karakteristik dari RIP Routing Protocol !

3. Sebut dan Jelaskan Karakteristik dari EIGRP Routing Protocol !

4. Apakah yang menjadi perbedaan mendasar dari RIPv1 dan RIPv2

 

Status : 100%

Keterangan : sudah dikerjakan

Bukti :

1.

2. Karakteristik dari RIP:

1. Distance vector routing protocol

2. Hop count sebagi metric untuk memilih rute

3. Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable

4. Secara default routing update 30 detik sekali

5. RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update

6. RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

3. Karakteristik EIGRP

 

  • Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
  • Waktu convergence yang cepat.
  • Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan).
  • Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down).
  • Mendukung multiple protokol network
  • Desain network yang flexible.
  • Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
  • Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
  • Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
  • Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
  • Load balancing via jalur dengan cost equal dan unequal, yang berarti EIGRP dapat menggunakan 2 link atau lebih ke suatu network destination dengan koneksi bandwidth (cost metric) yang berbeda, dan melakukan load sharing pada link-link tersebut dengan beban yang sesuai yang dimiliki oleh link masing-masing, dengan begini pemakaian bandwidth pada setiap link menjadi lebih efektif, karena link dengan bandwidth yang lebih kecil tetap digunakan dan dengan beban yang sepadan juga.
  • EIGRP menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) sebagai mesin utama yang menjalankan lingkungan EIGRP, DUAL dapat diperbandingkan dengan algoritma SPF Dijkstra pada OSPF.
  • EIGRP menggunakan 4 teknologi kunci yang berkombinasi untuk membedakan EIGRP dengan protokol routing yang lainnya: neighbor discovery/recovery, reliable transport protocol (RTP), DUAL finitestate machine, dan protocol-dependent modules.

4. Routing Information Protocol Version 1 (RIPv1)

  1. RIPv1 adalah Distance-Vector Routing protocol.
  2.  RIPv1 adalah Classful routing protocol. Classful routing protocols hanya support di dalam network yang tidak menggunakan subnet. Classful routing protocols tidak mengirimkan informasi subnet mask dengan routing yang update. Dengan kata lain, jika kita punya sebuah jaringan yg menggunakan subnetting di dalam routing domain RIPv1, maka RIPv1 bakal menginformasikan ke network yg lain sebagai unsubnetted network.
  3.  RIPv1 tidak support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
  4.  RIPv1 support maksimal metric (hop count) sebanyak 15 hop. Semua router yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
  5.  RIPv1 mengirim routing updates berkala setiap 30 detik sebagai broadcast menggunakan IP address tujuan sebagai IP address broadcast limited 255.255.255.255. Dikarenakan setiap update yg dikirim menggunakan IP address tujuan dari broadcast IP limited 255.255.255.255, setiap router butuh memproses pesan routing update (mau menggunakan RIPv1 atau bukan).
  6.  RIPv1 tidak support autentikasi dari update messages (plain-text or MD5).

Routing Information Protocol Version 2 (RIPv2)

  1. RIPv2 adalah Hybrid Routing Protocol. Sebuah Hybrid Routing Protocol pada dasarnya adalah sebuah Distance-Vector protocol dimana mempunyai beberapa karakteristik dari Link State routing protocols.
  2. RIPv2 adalah classless routing, dimana yg memungkinkan kita utk menggunakan subnetted network. RIPv2 punya pilihan utk mengirim network mask di dalam proses update utk memungkinkan classless routing.
  3. RIPv2 support VLSM (Variable Length Subnet Masking).
  4. RIPv2 support maksimal metric (hop count) sejumlah 15 hops. Semua router yang berada di urutan lebih dari 15 hops bakal di deteksi sebagai unreachable.
  5. RIPv2 supports melakukan updates yang didasari oleh sebuah pemicu.
  6. RIPv2 routing updates dikirim sebagai Multicast traffic pada multicast address tujuan 224.0.0.9. Multicast updates mengurangi traffic pada network. Multicast routing updates juga membantu mengurangi memprosesan pesan routing updates yang berlebihan di dalam router yang tidak menggunakan RIPv2. Hanya router yang menggunakan RIPv2 yang dapat join ke dalam multicast group 224.0.0.9. Router lain yang tidak menggunakan RIPv2 hanya dapat menyaring update routing paket pada Layer 2.
  7. RIPv2 support otentikasi dari pesan update RIPv2 (plain-text or MD5). Otentikasi membantu dalam konfirmasi bahwa update yang diterima berasal dari sumber yang terpercaya.

By

Tugas pertemuan 9

Kepada Mahasiswa/i agar mengerjakan soal berikut

 

Subscribe Channel Youtube ini untuk mendapatkan update materi-materi terbaru.

 

 

 

 

2. Berikan Comment anda mengenai materi pertemuan tersebut yang berisi komentar, Nama Nim dan Kelas anda

 

3. Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan routing table ?

 

4. Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan dynamic routing ?

 

5 Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan static routing ?

 

Status: 100%

 

Keterangan: Sudah dikerjakan

 

Bukti:

 

 

 

 

 

3. Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan routing table ?

 

Pengertian Routing

 

Table routing adalah table yang memuat seluruh informasi IP address dari interfaces router yang lain sehingga router yang satu dengan router lainnya bisa berkomunikasi. Routing table hanya memberikan informasi sedang routing algoritma yang menganalisa dan mengatur routing table.

 

 

 

 

 

4. Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan dynamic routing ?

 

Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.

 

 

 

5 . Menurut pendapat anda, apakah yang dimaksud dengan static routing ?

 

Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi.

By

Tugas pertemuan 8

Pertanyaan :

 

  1. Apakah yang dimaksud dengan DHCP
  2. Apakah yang dimaksud dengan metode Static IP Addressing
  3. Apakah yang dimaksud dengan DNS ?
  4. Sebut dan Jelaskan tahapan dalam DHCP Lifestyle Stages
  5. Jelaskan Cara Kerja dari DNS

Status: 100%

 

Keterangan : sudah dikerjakan

 

Bukti:

 

 

 

1. Apakah yang dimaksud dengan DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual.

 

 

 

2. Apakah yang dimaksud dengan metode Static IP Addressing

 

IP address yang telah dikonfigurasi bersifat statik, yang artinya setiap terjadi perubahan, maka sang administrator harus melakukan konfigurasi ulang secara manual dan satu persatu. IP yang dikonfigurasi secara manual ini sering diistilahkan sebagai IP Static.

 

 

 

3. Apakah yang dimaksud dengan DNS

 

DNS (Domain Name System) adalah sebuah standar teknologi yang mengatur penamaan publik dari sebuah situs website atau juga bisa disebut dengan sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host atau nama domain dalam bentuk distributed database di dalam jaringan komputer.

 

 

 

4. Sebut dan Jelaskan tahapan dalam DHCP Lifestyle Stages

 

. DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Clietn punya NIC Card lebih dari satu dan perlu IP address lebih dari 1 maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri) :

 

a. IP Least Request

Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).

 

b. IP Least Offer

DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai no IP memberikan penawaran ke client tersebut.

 

c. IP Lease Selection

Client memilih penawaran DHCP Server yng pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.

 

d. IP Lease Acknowledge

DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.

 

 

 

5. Jelaskan Cara Kerja dari DNS

 

Cara kerja DNS

 

Untuk dapat berjalan DNS memerlukan beberapa program tambahan yaitu resolver. Resolver adalah program tambahan untuk komputer client agas bisa terhubung dengan DNS server. Program Resolver yang digunakan adalah web browser atau mail client. sehingga untuk dapat mengakses DNS server user harus terlebih dahulu menginstall web browser atau mail client pada komputer mereka. Web browser yang paling sering digunakan adalah google chrome, mozilla firefox, opera dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

 

 

 

DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.

DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.

DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.

Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.

Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.

Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.

By

Tugas paper pertemuan 3

Pertanyaan :

Tugas Pertemuan 3

 

1. Tugas mandiri untuk mahasiswa untuk membuat Paper yang harus berisi subject berikut

1. Pendapat anda masing – masing mengenai kekurangan dan kelebihan dari masing – masing layer pada OSI Model

2. Perbandingan antara OSI Model dan TCP Model

 

 

Ketentuan Pengerjaan Tugas

 

1. Mahasiswa tidak diperkenankan mencontek atau bekerjasama dalam pengerjaan tugas, bila melanggar nilainya 0 (nol).

2. Paper diinformasikan pada halaman SKUP Mahasiswa dalam bentuk bentuk link yang mengarah ke Google drive masing – masing mahasiswa.

3. keterlambatan dalam pengumpulan tugas, tidak diperkenankan.

Status : 100%

Keterangan : sudah dikerjakan

Bukti :

Jawaban :

 

OSI (Open System Interconnection) merupakan suatu standar komunikasi yang diterapkan dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan.

 

Kekurangan dan Kelebihan Masing-Masing Layer :

 

a. Application layer, kekurangannya sistem operasi itu sendiri dapat (dan tidak) menggunakan layanan secara langsung pada lapisan aplikasi dan kelebihannya adalah menyediakan layanan untuk program yang ingin menggunakan jaringan, dan pengguna.

 

b. Presentation layer, kekurangannya merupakan lapisan terendah dalam OSI layer dan kelebihannya memainkan peran penting pada saat menyeleksi syntax data yang berada dalam jaringan.

 

c. Session layer, kekurangannya implementasi protocol tertentu bisa/tidak mewakili setiap layer sedangkan kelebihannya dapat menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu.

 

d. Transport layer, kekurangannya implementasi protocol tertentu bisa/tidak mewakili setiap layer sedangkan kelebihannya bertanggung jawab untuk menyediakan mekanisme multiplexing.

 

e. Network layer, kekurangannya dalam penerapannya belum tentu melakukan fungsi yang sesungguhnya sedangkan kelebihannya salah satu layer yang memiliki peran cukup penting pada OSI.

 

f. Data link layer, kekurangannya tidak bisa melakukan pengiriman selain pengiriman data dan kelebihannya secara fisik memiliki alamat tersendiri atau address yang sudah dikodekan secara langsung ke dalam sebuah network card.

 

g. Physical layer, kekurangannya cukup sulit pada saat proses instalasi sedangkan kelebihannya adalah harga yang terjangkau/murah.

 

Perbandingan antara OSI Model dan TCP Model

 

1. OSI layer memiliki 7 layer, sedangkan TCP/IP memiliki 4 layer dan lebih sederhana serta lebih kredibel karena protokolnya.

 

2. OSI Layer merupakan protokol independen, sedangkan TCP/IP merupakan protokol suite.

 

3. Standart OSI Layer tidak digunakan secara cuma-cuma, sedangkan TCP/IP semua standart yang digunakan dapat diperoleh secara cuma-cuma pada jaringan.

 

4. Perkembangan OSI Layer tersendat, tidak seperti TCP/IP.

 

5. TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer tidak seperti OSI Layer.

 

6. OSI Layer mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCP/IP mengembangkan setelah diimplementasikan.

 

7. OSI layer mengombinasikan session layer kedalam aplication layer, sedangkan TCP/IP mengombinasikan presentation.

 

8. OSI layer mengombinasikan physical layer kedalam satu layer, sedangkan TCP/IP mengombinasikan data link.

 

By

Assignment chapter 2

Pertanyaan :

Kerjakan Soal berikut Submit jawaban anda di idu

 

Perhatikan waktu submit nya.

 

1. Gambar dan jelaskan simbol -simbol yang anda ketahui yang berhubungan dengan jaringan komputer !

 

2. Apakah yang anda ketahui tentang Tipe jaringan Client Server dan Peer to Peer, kemudian berikan contohya!

 

3. Sebutkan jenis Logical Topology dan cara kerjanya !

 

4. Sebutkan jenis physical Topology dan cara kerjanya

 

5. Apakah yang dimaksud dengan Virtual Private Network ? jelaskan cara kerjanya.

 

6. Apakah yang dimaksud dengan bandwith ? sebutkan satuan dari bandwith!

 

Status : 100%

Keterangan : sudah dikerjakan

Bukti :

1.a.imbol Router

Gambar tabung dengan 4 anak panah didalamnya merupakan simbol dari router, yang merupakan sebuah perangkat yang berfungsi menghubungkan dua jaringan yang berbeda. Kalau kita perhatikan anak panahnya, akan terlihat ada dua anak panah yang mengarah ke dalam lingkaran dan dua lain mengarah ke luar lingkaran.

 

Penetapan arak keempat anak panah ini bukan tanpa alasan. Dua anak panah yang mengarah ke dalam lnigkarang menggambarkan aliran data yang berasal luar router atau beberapa segment jaringan, kemudian oleh router aliran data tersebut diteruskan segment jaringan lainnya yang berbeda dengan sumber data yang masuk (dilambangkan dengan dua anak panah keluar lingkaran). Jadi, simbol ini sudah mewakili fungsi utama sebuah router.

 

b. Simbol Switch

Simbol-Simbol Pada Jaringan Komputer yang Harus Kamu Ketahui

 

Switch disimbolkan dengan sebuah kotak persegi yang terdapat 4 anak panah yang sejajar, dengan dua pasang anak panah yang memiliki arah yang berlawanan. Gambar keempat anak panah ini melambangkan bahwa alirang data yang melalui tiap-tiap port pada sebuah switch tidak akan dengan yang lainnya dan tidak akan tabrakan antara aliran pada port yang berbeda. Karena switch hanya bekerja pada jaringan LAN saja, maka bentuk dasar dari simbol switch ini dibedakan dengan router, yaitu hanya berbentuk kotak persegi saja.

 

c. Simbol HUB

Simbol-Simbol Pada Jaringan Komputer yang Harus Kamu Ketahui

 

Simbol HUB dan switch sebenarnya hampir sama, namun jumlah anak panahnyalah yang membedakan kedua simbol ini. Dan ini semakin menekannya bahwa HUB itu berbeda dengan switch. Pada simbol Hub, hanya memiliki satu anak panah. Yang mana anak panah tersebut melambangkan bahwa hub mengalirkan data hanya melalui satu aliran saja sehingga ada kemungkinan data yang dialirkan oleh Hub ini akan megalami tabrakan dengan data yang lainnya. Simbol hub dilambangkan kotak persegi karena hanya bekerja pada jaringan LAN saja, sama seperti switch.

 

d. Simbol Firewall

Simbol-Simbol Pada Jaringan Komputer yang Harus Kamu Ketahui

 

Beberapa network diagram menggambarkan firewall dengan simbol tembok yang disusun oleh batu bata yang berapi, namun ada juga yang menggambarkannya hanya tembok saja tidak menggunakan api. Namun itu tidak menjadi masalah, karena kedua sama saja. Firewall adalah sebuah sistem pengaman pada sebuah jaringan yang pada prakteknya bisa berupa software maupun hardware. Jadi gambar tembok pada simbol firewall ini melambangkan penyaring atau penghalang setiap data yang hendak dialirkan.

 

e. Simbol Wireless

Simbol-Simbol Pada Jaringan Komputer yang Harus Kamu Ketahui

 

Koneksi wireless biasanya dilambangkan dengan sinyal elektromagnetik.

 

f. Simbol Internet

Simbol-Simbol Pada Jaringan Komputer yang Harus Kamu Ketahui

 

Pada network diagram, internet selalu dilambangkan dengan gambar awan atau sering disebut “cloud”. Mengapa demikian? Karena awan dapat kita temui dimana saja dan kapan saja. Dan juga awan di suatu tempat dapat terhubung dengan awan di tempat lain Jadi, ini cukup melambangkan sebuah internet, yang bisa kita akses dari mana saja untuk dapat terhubng dengan siapapun dan dimanapun mereka berada.

 

2. a. Jaringan Client Server

 

 

Jaringan client server menghubungkan komputer yang bertindak sebagai server yang memberikan layanan dan komputer yang berlaku sebagai client yang meminta dan memperoleh layanan. Server di jaringan tipe ini disebut sebagai dedicated server karena murni berperan sebagai server penyedia layanan kepada workstation dan server tidak dapat berperan sebagai workstation.

 

Jaringan client server merupakan jaringan yang sesuai untuk perusahaan dengan lebih dari delapan nodes. Pada jaringan ini satu komputer yang memiliki kemampuan lebih berperan sebagai server yang menyediakan layanan, sementara komputer lainnya berperan sebagai client yang mengakses sumberdaya pada server. Dalam sebuah server, perusahaan dapat menyimpan sejumlah file data yang besar, termasuk program dan data, dan diharapkan seluruh komputer yang mengakses file-file tersebut akan dapat menggunakan mereka pada kecepatan yang sama.

 

Kelebihan Jaringan Client Server :

 

Kecepatan akses lebih tinggi karena penyedia dan pengelolaan fasilitas jaringan dilakukan secara khusus oleh satu komputer server.

Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena ada sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator yang mengelola administrasi dan sistem keamanan.

Sistem backup data lebih baik karena dilakukan terpusat di server.

Kelemahan Jaringan Client Server :

 

Biaya operasional relatif lebih mahal dari jaringan peer to peer.

Harus ada satu komputer khusus dengan kemampuan lebih sebagai server.

Kelangsungan jaringan bergantung pada server. Jika server mengalami gangguan maka seluruh jaringan akan terganggu.

Contoh client server mengacu pada desain aplikasi atau macam dari arsitektur aplikasi client server tersebut, diantarnya; “one-tier” standalone, pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Tipe model ini ialah dimana semua proses terjadi secara terpusat yang dikenal sebagai basis-host. Kekurangan yang terjadi pada tipe ini yaitu semakin banyak user yang mengakses, maka akan semakin kewalahan.

 

Model kedua yaitu client server “two-tier” ialah model aplikasi yang pemrosesannya terjadi pada client dan server. Model ini ialah tipikal aplikasi degnan banyak client dan server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.

 

Ketiga yaitu three-tier merupakan sebuah arsitektur dari client-server yang sudah di inovasi. Pada arsitektur tipe ini terdapat application server yang berdiri diantara client dan database server. Arsitektur semacam ini banyak diterapkan dengan menggunakan web application karena dengan demikian komputer client akan melakukan instalasi web browser.

 

Model keempat ialah multi-tier, model ini sangat mirip dengan model sebelumnya yaitu three tier. Perbedaannya terletak pada adanya business logic server. Model keempat yang merupakan arsitektur dari client server ini memberikan bentuk tree-tier yang diperluas dalam bentuk fisik yang terdistribusi.

 

b. Jaringan Peer to Peer

 

 

Jaringan peer to peer menghubungkan komputer-komputer (host) yang setara. Semua host dalam jaringan ini dapat berlaku sebagai server yang memberi layanan maupun berlaku sebagai client yang meminta dan memperoleh layanan. Pertukaran data dapat dilakukan antar komputer yang terhubung tanpa perantara komputer server. Bila ditinjau dari peran server, maka server di jaringan peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

 

Jaringan peer to peer merupakan tipe jaringan yang paling sesuai untuk perusahaan yang mempunyai kurang dari delapan nodes. Seluruh komputer di jaringan ini dihubungkan bersama, sering menggunakan sebuah hub sebagai peralatan pusat hubungan. Harddisk, printer, CD ROM, dan peralatan lainnya dapat diakses oleh seluruh komputer yang terhubung di jaringan ini. Tipe jaringan ini relatif murah dan mudah di-setup, tetapi tipe jaringan ini bukan solusi terbaik bagi perusahaan yang bekerja dengan jumlah data besar.

 

Kelebihan Jaringan peer to peer :

 

Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, printer, CD ROM.

Biaya operasional relatif lebih murah dari tipe jaringan client-server.

Kelangsungan kerja jaringan tidak bergantung pada satu server. Jika satu komputer mati tidak akan mengganggu komputer lainnya.

Kelemahan Jaringan peer to peer :

 

Troubleshooting jaringan lebih sulit.

Unjuk kerja lebih rendah.

Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user.

Backup data harus dilakukan masing-masing komputer.

Contoh :

 

1.File Sharing

 

Di dalam perusahaan biasanya terdapat banyak komputer dalam satu ruangan. Nah, biasanya di dalam ruangan tersebut, seluruh komputer sudah dapat saling terhubung satu sama lain. Tidak hanya pada sesama komputer saja. Jika kamu mencoba cetak sebauh dokumen pada satu printer saja itu juga merupakan salah satu contoh penerapan Jaringan Peer to Peer.

 

Tidak hanya saling terhubung dalam bentuk penggunaan cetak dokumen saja, setiap komputer yang saling terhubung pun sudah dapat melakukan kirim-mengirim berbagai macam file. Baik itu, file dokumen, foto, video, musik, bahkan sampai saling mengirim aplikasi pun juga dapat dilakukan apabila komputer-komputer tersebut sudah menggunakan Jaringan Peer to Peer.

 

2. Komunikasi

 

Jaringan Peer to Peer juga dapat mencakup komunikasi dalam koneksi antar komputer seperti email. Jika kamu pernah mengenal atau bahkan pernah menggunakan aplikasi Yahoo Messenger, aplikasi tersebut merupakan contoh penggunaan Jaringan Peer to Peer dalam komunikasi. Selain Yahoo Messengger, banyak juga aplikasi pesan instan atau instant messeging yang juga menggunakan konsep Jaringan Peer to Peer seperti Skype yang menggunakan kamera dan pesan teks untuk saling berkomunikasi.

 

Seiring berjalannya waktu, Jaringan Peer to Peer juga bisa kita gunakan pada perangkat smartphone seperti Whatsapp, Blackberry Messenger atau BBM, LINE, Telegram, dan lain-lain. Bahkan, media sosial juga menggunakan konsep jaringan Peer to Peer dalam memberikan fasilitas tambahan untuk para penggunanya. Bisa kita lihat di Facebook, Twitter, Instagram, dan aplikasi media sosial lainnya.

 

Konsep komunikasi dan file sharing juga dapat digabungkan dengan menggunakan Jaringan Peer to Peer. Bisa kita lihat pada apliakasi pesan instan yang tidak hanya mengirimkan atau menerima pesan berupa teks saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengirimkan file-file. Baik itu file dokumen, foto, video, link, dan berbagai macam file lainnya.

 

3. Streaming Multimedia

 

Seiring dengan semakin berkembangnya internet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, cara menikmati streaming juga menjadi salah satu gaya hidup yang bisa kita jumpai di tengah masyarakat. Padahal mungkin kamu baru tahu jika streaming juga merupakan salah satu bagian dari Jaringan Peer to Peer.

 

Untuk streaming video, sudah ada salah satu situs penyedia streaming video terpopuler saat ini, yakni Youtube. Selain, Youtube, masih ada website yang menyediakan streaming video seperti Vimeo, Dailymotion, dan lain-lain. Untuk streaming musik, kini sudah ada aplikasi di Android yang bernama Joox, Spotify, Soundcloud dan aplikasi streaming musik lainnya.

 

Video streaming saat ini juga tidak hanya untuk hiburan semata saja. Saat ini juga sudah ada aplikasi yang menyediakan sistem pembelajaran menggunakan format video. Sistem tersebut dinamakan E-Learning.

 

3. Dua jenis yang paling umum dari Logical Topology adalah Broadcast dan Token Passing

 

Broadcast : mengindikasikan bahwa setiap host mengirimkan datanya ke semua host lain pada media jaringan. Konsep yang digunakan adalah pertama datang, pertama dilayani. Ethernet bekerja dengan cara ini.

Token Passing : Dalam tipe topologi ini, token elektronik dilewatkan secara berurutan ke setiap host. Ketika sebuah host menerima token, host yang dapat mengirim data pada jaringan. Jika host tidak memiliki data untuk mengirim, maka token akan lewat ke host selanjutnya dan proses berulang. Dua contoh jaringan yang menggunakan token passing adalah Token Ring dan Fiber Distributed Data Interface (FDDI).

4. Jenis Physical Topology

 

Topologi bus menggunakan kabel backbone tunggal yang diakhiri pada kedua ujungnya. Semua host terhubung langsung ke backbone ini.

Topologi ring menghubungkan satu host ke yang berikutnya dan host terakhir ke pertama. Hal ini menciptakan sebuah cincin fisik kabel.

Topologi star menghubungkan semua kabel ke titik pusat.

Extended Star Topology menghubungkan masing –masing Star Topology bersama-sama dengan menghubungkan hub atau switch.

Hierarchical topology hirarki mirip dengan Extended Star Topology. Namun, tidak menghubungkan hub atau switch bersama-sama, sistem ini terkait dengan sebuah komputer yang mengendalikan lalu lintas di topology

Mesh Topology diimplementasikan untuk menyediakan perlindungan sebanyak mungkin dari gangguan layanan. Misalnya, pembangkit listrik tenaga nuklir mungkin menggunakan topologi mesh dalam sistem kontrol jaringan. Seperti yang terlihat dalam grafik, masing-masing host memiliki koneksi sendiri untuk semua host lain. Meskipun internet memiliki beberapa jalur untuk setiap satu lokasi, tidak mengadopsi mesh topologi secara keseluruhan.

5. Virtual Private Network (VPN), Sebuah jaringan pribadi vitual (VPN) adalah jaringan pribadi yang dibangun dalam infrastruktur jaringan publik seperti Internet global. Menggunakan VPN, telecommuter jarak jauh dapat mengakses jaringan kantor pusat perusahaan. Melalui internet, tunnel yang aman dapat dibangun antara PC dari telecommuter dan router VPN di kantor pusat perusahaan.

 

6. Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).

Satuan yang dipakai untuk bandwidth adalah bits per second atau sering disingkat sebagai bps. Seperti kita tahu bahwa bit atau binary digit adalah basis angka yang terdiri dari angka 0 dan 1. Satuan ini menggambarkan seberapa banyak bit (angka 0 dan 1) yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain dalam setiap detiknya melalui suatu media.

 

 

By

SKUP VIRRA YULIA ARIEFFATUL FAUZIAH

 

Assalamualaikum.. Perkenalkan nama Saya Virra Yulia Arieffatul Fauziah

 

Kalian Bisa panggil saya Virra

 

Saya adalah salah Satu Mahasiswa Universitas raharja Jurusan Sistem Informasi dengan Jenjang S1. Saya sekarang sedang menjalankan Semester 4 di kampus Universitas Raharja. Skup ini dibuat untuk melengkapi Tugas saya pada matakuliah Jaringan Komputer yang diajarkan oleh pak DENDY JONAS MANAGAS, M.kom

 

Berikut Biodata Lengkap saya:

 

Nama : Virra Yulia Arieffatul Fauziah

 

NIM : 1911426335

 

Jurusan : Sistem Informasi

 

Tempat & Tanggal lahir : Trenggalek, 22-02-2001