Pertemuan 10

 

Routing Protocols

  • ›Routing protocols menentukan aturan untuk pertukaran informasi secara dinamis antara router untuk membentuk sebuah routing table
  • ›Informasi tersebut kemudian digunakan IP Address untuk mengirimkan packet melalui jalur terbaik ke tujuan.
  • ›Analogi Routing protocol adalah pembuat peta sebuah kota yang berisi informasi kemacetan, jalur terpendek, cuaca, event di lokasi dan lain sebagainya.
  • ›Routing protocol menggunakan algoritma untuk menentukan route terbaik dari sumber ke tujuan.
  • ›Setiap router memiliki informasi awal ke setiap router yang terkoneksi secara langsung.
  • ›Setiap router bertukar informasi, sehingga keseluruhan topology dapat diketahui

Kenapa kita membutuhkan Routing Protocols

metode lain untuk memberikan informasi routing dapat dilakukan secara manual, setiap koneksi didaftarkan satu per satu.

Kelemahan Penggunaan Static routes

  • ›Harus diatur manual
  • ›Harus di konfigurasi di semua router
  • ›Tidak dapat beradaptasi langsung bila ada kegagalan jalur
  • ›Setiap jaringan baru membutuhkan static route
  • ›Koneksi antar router dengan jaringan yang lebiih besar terbatas

›

 Faktor yang membedakan Routing Protocols

  • ›Metode penghindaran Routing Loops
  • ›Metode Pemilihan rute
  • ›Kalkulasi hop cost
  • ›Waktu network convergence
  • ›skalabilitas

 

Interior and Exterior Routing Protocols

  • ›Interior : ›Digunakan dalam sebuah AS
  • ›Exterior : ›digunakan untuk koneksi antar AS›

TCP/IP What is it

Autonomous System

›Autonomous System (AS) adalah kumpulan networks yang diatur dalam sebuah administrasi single

AS1Tipe Routing Protocols

Interior Gateway Protocol

  1. Links State Routing
  2. Open Shortest Path First (OSPF)
  3. Intermediate system to intermediate system (IS – IS)
  4. Distance Vector Routing
  5. Routing Information Protocol (RIP)

Exterior Gateway Routing Protocol (IGRP)

  1. Border Gateway Protocols

Open shortest path first (OSPF)

›Karakteristik

  • ›Mengumpulkan informasi link state dalam link state database (LSDB)
  • ›Setiap router akan mengirimkan Link State Advertisement (LSA)
  • ›Menggunakan algoritma  Dijkstra algorithm
  • ›Menggunakan port 89
  • ›Menggunakan multicast address 224.0.0.6

ospf1

Cara Kerja OSPF 

  1. Setiap Router akan mengirimkan LSA (link State Advertisement)
  2. setiap route akan diberikan “cost”
  3. terbentuk Link State Database
  4. pemilihan route terbaik dilakukan
  5. Metric menggunakan link state

OSPF Calculation Test

›Tentukan Route terbaik

  • ›R1 ke R5
  • ›R2 ke R4
  • ›R3 ke R2

›Intermediate system to Intermediate system (IS-IS)

  • ››Menggunakan algoritma  Dijkstra algorithm
  • ›Support IPV6
  • ›Dapat digunakan di skala network yang lebih besar dari OSPF
  • Untuk memulai pertemuan 10, silahkan anda klik link berikut

Cara Kerja IS-IS

  • ›Routers yang menggunakan IS-IS akan mengirimkan hello packets ke seluruh IS-IS interfaces untuk mengetahui router yang terkoneksi langsung
  • ›Routers akan membentuk link-state packet (LSP) berdasarkan local interfacenya.
  • ›Router akan membroadcast LSP ke seluruh router yang terkoneksi, kecuali ke router yang mengirimkan LSP ke padanya.
  • ›Semua routers akan membentuk link-state database dari LSP tersebut
  • ›shortest-path tree (SPT) kemudian dikalkulasikan oleh setiap IS router menjadi routing table.

›Routing Information Protocols (RIP)

›Karakteristik

  • ›Router hanya mengetahui distance (hops) dan vector (next hop)
  • ›Slow Convergence
  • ›Menggunakan metric hop count
  • ›Maximum hop count 15
  • ›16 hop dianggap unreachable
  • ›Advertise route information setiap 30detik

RIP Concept HOP Count

rip

Classfull and Classless Routing

›Classfull

  • ›Menggunakan network secara keseluruhan
  • ›Tidak dapat dibagi menggunakan subnet
  • ›Misal
  • ›192.168.1.0 / 24
  • ›192.168.16.0 / 26
  • ›Broadcast di subnet 24 akan dilakukan juga di subnet 26

Classless

  • ›Menggunakan subnet information
  • ›Misal
  • ›192.168.1.0 / 24
  • ›192.168.16.0 / 26
  • ›Broadcast di subnet 24 hanya akan dilakukan juga di subnet 24

Administrative Distance

Administrative DistanceRouting Protocols Summary

routing protocol summaryNAT (Network Address Translation)

›The number of IP addresses allocated by the Internet service provider will typically be small. With today’s IP address space, it is impossible to provide a public Internet IP address to all of the devices. So most organizations, if not all, use a private addressing scheme inside of their network and will require network address translation for connectivity to the public network, and that device in the middle would implement the translation and it would translate back for return traffic into the private addressing scheme.

›

 

pertemuan10

55 Responses to Pertemuan 10

Leave a Reply